Monday, February 26, 2007
Thursday, February 15, 2007
Hiduplah Untuk Saat Ini...
Senin sesudah Subuh kemarin aku bermimpi roh-ku dicabut Malaikat Izroil, sebelumnya Malaikat tersebut menanyakan hingga 3x, apakah aku sudah siap meninggalkan dunia ini atau belum, dan ketiganya aku jawab “sudah siap”. Kejadiannya pas adzan subuh, aku langsung shalat... terus zikiran hingga tertidur (mungkin ngantuk banget coz malamnya tidak bisa tidur).Setelah menanyakan hingga 3x, Malaikat Izroil menuntunku membaca syahadat, setelah 2x aku membacanya lalu Malaikat Izroil mencabut roh-ku, begidik juga... rasanya Subhanallah..sakit..tapi juga nikmat.. ada rasa yang tidak bisa dilukiskan, sakitnya “aneh”.
Saat roh-ku sudah mencapai lutut, ibuku membuka pintu kamar, saat itu aku antara sadar dan tidak sadar (sulit u/dijelaskan), Ibuku menanyakan apakah aku sudah shalat atau belum, juga menanyakan kenapa jendela dibuka? (aku memang membuka jendela setelah shalat Subuh, karena udara Subuh sangat baik untuk pernafasan). Aku tersentak, Aku masih melhat Malaikat Izroil menatap ke Ibuku, tapi sepertinya Ibuku tidak melihatnya. Setelah aku jawab kalau Aku sudah shalat, ibuku menutup pintu kamar kembali. Malaikat Izroil menatapku dan berkata, “Saya tidak jadi mencabut nyawamu, karena kamu masih dibutuhkan banyak didunia ini”, setelah itu dia menghilang, dan aku seperti terbangun dari mimpi dengan perasaan yang aneh….???
Aku terus berfikir hingga saat ini, apa arti dari mimpi tsb? Tetapi tidak pernah menemukan jawabannya. Hingga suatu hari ada email masuk di millist, kejadiannya persis seperti mimpi yang aku alami. Dalam email tersebut dikatakan "Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. Bekerjalah secara jujur dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan. Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu!”
Aku tidak pernah takut mati, karena pasti akan terjadi...so...sejak saat itu aku tidak pernah memikirkan tentang arti mimpi yang aku alami, mungkin hanya mengingatkanku jika kematian dapat tiba kapan saja, tetapi apakah saat tersebut tiba kita sudah siap menghadapinya..??
Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita dalam mempersiapkan kematian yang bisa tiba kapan saja tanpa kita tahu...
Diposting oleh .... H e R a .... di 2/15/2007 04:46:00 PM 2 komentar
Monday, February 5, 2007
Jakartaku Banjir

Subhanallah...
Allah kembali menurunkan rahmat melalui air hujan yang turun dari Kamis malam. Hari Jumat pagi aku kekantor melewati Jalan Bangka Raya, dengan membawa ransel untuk outing. Ternyata seluruh daerah Bangka - Kemang tertutup oleh banjir, sampai muter-muter mencari jalan pintas ke Jalan Kapt.Tendean juga ditutup. Karena bensin sudah memakai cadangan, akhirnya balik kembali keKemang untuk mengisi bahan bakar, didepan Pom Bensin Kemang, ketinggian air sudah mencapai diatas lutut. Sejenak meneduh sebentar disana secara hujan ternyata kian deras mengguyur Jakarta. Tanya-tanya ke orang lain, jalan satu-satunya yang bisa diakses menuju Mampang hanya melalui Republika (padahal sblmnya aku sudah melewati Republika). Akhirnya diputuskan Adikku untuk melewati Republika, di depan Gd.Phipils ketinggian air hampir 70 centimeter, tapi adikku dengan PeDe-nya bilang kalo motornya ga akan mati. Yo wis, aku manut wae...ternyata pas ditengah-tengah, motornya mati, terpaksa aku turun dari motor...byur.. air langsung menenggelamkan hingga ke pinggang aku. Aku hanya menyelamatkan HP, kamera, charger dan dompet yang memang ditaruh di tas kecil. sedangkan ranselnya ditaruh di motor, tiba-tiba entah kenapa tuh ransel bisa lepas dari kaitan motor terus hanyut ke tengah jalanan, lalu dari arah kanan mobil Kijang hitam menabraknya tanpa ampun, aku pun terdorong ombak yang dihasilkan dari Mobik Kijang yang berjalan dgn cepat (klo ga tancap gas, kemungkinan bisa mati mesinnya).
Astaghfirullah.. kenapa bisa terjadi seperti ini? Tapi Alhamdulillah ransel bisa ditemukan dan diambil sama anak kecil. Makasih ya Dik...
Tapi apa daya, semuanya dah basah, aku pun hanya pasrah, terus mendorong tuh motor ke Unas (kampus adikku), mencoba untuk mengeringkan busi dan knalpot motornya. Padahal adikku pas bawa 2 harddisk komputer senat kampusnya, dan tuh harddisk basah semua..
Hiks...hiks... kenapa Jakartaku jadi seperti ini? Apa karena tangan-tangan manusia juga yg menjadikan Jakarta banjir..?? Air yang semestinya memberikan manfaat, berubah menjadi sesuatu yang menakutkan. Hal ini mungkin terjadi akibat dari ketidaksadaran manusia akan pentingnya menjaga dan memelihara sumber daya air. Saluran air (drainase) di sekeliling, kita jejali dengan sampah-sampah, daerah aliran sungai (DAS), dijadikan tempat pembuangan limbah; dan potensi daerah resapan air pun kita rusak dengan alasan pembangunan.
Yang menyebabkan banjir itu sendiri mungkin salah satunya adalah kita. Tanpa kita sadari kita merubah bukit yang tadinya hijau menjadi kawasan perumahan. Tanpa kita sadari kita rubah selokan, parit, danau, dan sungai kita jadi lautan sampah. Seharusnya kita patut bersyukur bisa hidup di negri yang hijau dan subur ini yang membuat banyak bangsa ingin memilikinya...
Atau mungkin rasa syukur kita itu sendiri yang sudah tidak ada lagi...?
Naudzubillah... Semoga kita selalu diingatkan untuk tetap bersyukur dalam kondisi apapun..
Diposting oleh .... H e R a .... di 2/05/2007 06:07:00 PM 0 komentar
Outing Raker
Alhamdulillah.. Raker dah selesai.. Padahal hampir dibatalkan karena hujan yang tidak berhenti dan Jakarta diterjang banjir. Tetapi juga ga mungkin dibatalkan karena semua persiapan sudah dilakukan. Yang pasti sempat deg-degan coz mengingat Jakarta Siaga I banjir, tapi kita semua berharap yang terbaik.
Dari motor mogok karena banjir, terpaksa aku pulang lagi kerumah..mandi dan ganti baju coz semuanya basah. Alhamdulillah, supir mau juga jemput kerumah.
Balik kembali hari Minggu sore, jalanan di Puncak lengang banget, secara ada tanah longsor di area Mega Mendung yang juga menelan korban jiwa.
Saat raker, sempet cemas dengan keadaan rumah, karena semua telepon keluarga ga ada yang bisa dihubungi, tetapi alhamdulillah semuanya baik-baik saja.
Diposting oleh .... H e R a .... di 2/05/2007 03:30:00 PM 0 komentar
Thursday, February 1, 2007
Mumet Kerjaan...
Akhirnya setelah sekian lama ga ngisi blog..bisa nulis-nulis kembali.
Kerjaan kantor puadetnya minta ampun sejak awal tahun, biasa...secara bikin Rencana Kerja, Time Frame...dll deh. Tp teuteup nyuri-nyuri waktu untuk sekedar curhat biar hati kembali rileks.
Temen2 dikantor juga pusying, semua deadline dan dikejar2, karena time limit untuk presentasi Rencana Kerja tinggal hari ini aja coz 2morrow mo Raker 3 hari di Puncak. Padahal cuaca di Jakarta aja udah duingin buanget, gimana cuaca disana ya??
Taman Bacaan kekurangan gambar...semua anak menanyakan kapan Aku bisa membuat copy picture-nya lagi u/mereka warnai, mumet..mumet..secara ga ada waktu buat bikin gambar plus selalu pulang malam, jd ga sempat fotocopy (karena rata-rata dah pada tutup)
Setiap mau bubar Taman Bacaan pasti ada 1 anak yang ndut banget... namanya Nindi, dia selalu mau menyanyi, dan lagunya selalu "Ruang Rindu" milik Letto..Aku bingung coz aku ndak tau ini lagu. (Maklum...jarang banget dengerin musik akhir2 ini) padahal usia Nindi itu baru jalan 4 tahun, tapi keinginan belajarnya tinggi banget, bacaan Iqranya aja dah sampe halaman 15 (Iqra 1) Cepet besar ya Nak, biar cepet dapat khatam Al-Quran.
Doakan ya teman-teman, coz besok di gojlok nih saat Raker, padahal belum siap semuanya.. Tapi yakin deh, kalo temen2 mendoakan, pasti semuanya lancar...
Diposting oleh .... H e R a .... di 2/01/2007 02:58:00 PM 2 komentar
