Budaya Semut...
Mengatur Emosi adalah sama dengan mengatur hawa nafsu, dan ‘Hawa Nafsu’ adalah musuh terbesar manusia yang harus diperangi oleh diri sendiri.
Pagi ini aku berangkat ke daerah Kuningan melalui Mampang .. yang sedang berlangsung pembangunan rute busway koridor VI – VII (kalo ga salah yak…) ternyata banyak sekali kendaraan roda dua (baca : motor) yang berseliweran dijalan (persis seperti semut beriringan), tapi bedanya motor-motor tersebut berusaha saling mendahului satu sama lainnya, sepertinya pengendara motor tidak ada yang mau mengalah.
Pulang dari kantor, naik angkot 129 jurusan Pasar Minggu – Mekarsari, di dekat stasiun Tanjung Barat ada motor yang hamper keserempet mobil angkot yang Aku tumpangi, tapi menurutku pengendara motornya yang salah, mobil angkot sudah ketengah dan pengendara motor tetap ngebut ga mau kalah kearah mobil angkot tersebut. Aku duduk dekat pintu sehingga tau persis kejadiannya. Tapi apa yang terjadi after that? Motor itu malah berhenti tepat didepan angkot, dan pengendaranya langsung turun memukul supir angkotnya, setelah itu memaki dengan makian yang tidak pantas didengar. Supir angkot diam saja, tidak melawan dan tidak menjawabnya. Pengendara motor merasa dicuekkin kali ya sehingga dia kembali memukul supir angkotnya. Banyak motor-motor lain yang berhenti untuk melihat hal tersebut, tapi hanya melihat dan tidak berusaha melerai. Kami yang ada dalam angkot jadi ikut-ikutan emosi melihat supir angkot diam saja. “Lawan aja pak…!! Kata salah satu penumpang. “Belagu banget sih tuh orang, ketahuan dia yang salah..!! Sahut penumpang lainnya. Awalnya aku jadi diam aja melihatnya, tapi “Sabar ya pak…” Aku jadi ikut-ikutan ngomong, karena kasihan ngelihat tuh Bapak supir diam aja. Setelah puas mukul dan memaki supir angkot, pengendara motor itu pergi dengan ngebut, seolah mau ketinggalan pesawat. (he..he..100x)
Padahal itu jam pulang kantor loh…setidaknya tidak dikejar waktu untuk tiba ontime dikantor. Alhamdulillah supir angkot tersebut tidak ikut-ikutan ’gila’ seperti pengendara motor yang menuruti hawa nafsunya.
Kadang aku berpikir kenapa semua pengendara motor tidak mengikuti budaya semut? Semut selalu tertib dan teratur, tidak saling mendahului, tidak saling menyikut kiri kanan, saling membantu dan gotong royong. Jika ada makanan… semut selalu gotong royong dan saling berbagi dengan sesamanya.
Subhanallah … Allah menciptakan makhluk-Nya tentu bukan hanya sekedarnya saja, tentu ada maksud dan tujuan kenapa Allah menciptakan sesuatu di bumi ini…
Semoga Allah senantiasa memberikan kita semua kesabaran ... Amiinnn

No comments:
Post a Comment