Thursday, January 3, 2008

So Exotic Bali Island...






























Ini kunjungan yang ketiga saya ke Bali, tapi baru kali ini untuk berlibur, karena biasanya hanya untuk kerja dan kerja saja... jadi benar-benar harus dinikmati..:)

Beberapa foto yang menggambarkan keeksotisan Pulau Dewata... Wajarlah jika Bali yang diingat, bukan Negara Indonesia-nya oleh kebanyakan orang luar.
Alhamdulillah banyak tempat yang kami kunjungi, seperti : Ubud (Monkey Forest), Kuta, Bedugul, Kintamani, Sanur, Tanah Lot, Dreamland, Garuda Wisnu Kencana, Pasar Tradisional Sukowati dan Uluwatu. Hingga melihat proses pembakaran mayat saat di Ubud, wow sesuatu yang 'baru' untuk kami semua yang tidak terbiasa dengan semua itu..he..he..he.., makanya agak-agak norak plus takut.

Tapi buat saya...yang terindah adalah menyaksikan sunset di Tanah Lot, kata-kata Subhanallah.. Subhanallah..selalu terucap dari bibir saya. Juga saat melihat Gunung dan Danau di Kintamani, Wah...saya hanya berdecak kagum atas rahmat Allah SWT yang begitu banyak untuk negeri tercinta ini.
Melihat sunrise di Pantai Sanur juga sesuatu yang 'Dahsyat', semuanya hanya untuk mengingatkan kita kepada kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang tiada bandingnya.

Sayangnya saat kami liburan, berbarengan dengan berlangsung Konferensi Global Warning di Bali, jadi sering banget macet dikarenakan jalan-jalan tertutup hanya karena pejabat-pejabat kita akan melewatinya. Tapi kami semua tetap bersyukur karena saat kesana tidak turun hujan sama sekali, padahal kami cukup lama selama 6 hari, saat kepulangan menuju Bandara aja hujan turun dengan derasnya.

Terima kasih Ya Allah atas rahmat-Mu, dan ijinkan hamba untuk melihat kebesaran-kebesaran-Mu lainnya, termasuk mengunjungi rumah-Mu Ya Allah...
Amin Ya Robbal 'Alamiinn...

Friday, December 7, 2007

Munajat Cinta


…..Tuhan kirimkanlah aku…kekasih yang baik hati….yang mencintai aku apa adanya….

Sepenggal syair lagu The Rock feat Ahmad Dhani dengan judul Munajat Cinta (klo ndak salah ya)….selalu dinyanyikan berulang-ulang oleh mbak yang bantu-bantu dirumah saya, mbak Iyah namanya (tapi syairnya diganti dari kekasih menjadi suami).
Jika saya ledekkin kenapa dia nyanyi itu terus maka dia akan menjawab, “Itu kan doa....doa agar kita diberikan suami yang baik hati dan mencintai kita apa adanya. Bukankah mbak Hera juga yang bilang jika ucapan itu doa?”.

Mmhhh...tidak heran saya familiar dengan lagu tersebut, karena merupakan soundtrack dari sinetron ”Cinta Indah” yang tayang setiap hari di SCTV, dan Ibuku menyenangi sinetron tersebut.
Saya rasa syair lagu Munajat Cinta menyimpan harapan...dan harapan adalah doa.... dibandingkan dengan banyaknya lagu-lagu sekarang yang berbicara tentang selingkuh atau putus cinta.

Ketika cinta telah bermunajat...maka sejatinya lautan hati di luar sana menyambutnya dengan penuh syukur, tapi tidak semua munajat cinta tersebut menjadi kebahagiaan. Jika cinta tersebut ternyata tidak bersambut, seolah semua kesedihan yang kita rasakan .....jangankan menyambut, menyapapun seperti enggan untuk dilakukan. Tapi itulah misteri cinta (kata orang siy....) tidak ada yang pernah bisa memberikan alasan, kenapa dan mengapa harus merasakan cinta?

Bagi saya cinta yang tulus adalah memberikan yang terbaik dari diri ini untuk siapapun, tidak lain hanya untuk mendapatkan ridho dari "Sang Maha Pencinta". Sekalipun ada keinginan duniawi dibalik itu semua, adalah hal yang manusiawi sebagai insan yang ditakdirkan untuk berpasangan. Bahkan hal tersebut bisa dikategorikan sebagai salah satu hal yang hakiki dalam kebutuhan hierarki manusia.
Maka apakah saya salah jika selain untuk meraih ridhoNYA, saya juga ingin "menemukan dan meminjam" ciptaan-NYA berupa adam? Untuk saling melengkapi dalam melaksanakan ibadah di dunia maupun diakhirat kelak...

So...untuk teman-teman yang masih single, dont worry....pastinya Allah sudah mempersiapkan pasangan yang terbaik untuk kita miliki.
Karena jika kita yakin hal tersebut, Insya Allah pasti terwujud.....:-)

Thursday, December 6, 2007

Bersyukur Selalu


Teringat pernyataan seorang sahabat saya, dia pernah berkata, “Kadang gw berpikir diberi rezeki dan ketampanan sedikit aja gw sudah menjadi manusia yang sombong. Gimana gw diberikan harta banyak dan ketampanan yang berlebihan ya?”

Suatu pernyataan yang membuat saya melihat ke dalam diri saya sendiri, apakah ’KESOMBONGAN’ sudah memasuki diri saya juga? Mmhhh.....mungkin yang bisa menilai hal tersebut adalah orang-orang diluar diri saya yang mengenal saya luar dalam.
Kadang saya pun berpikir seperti teman saya tersebut, mungkin saja jika saya diberikan kecantikan seperti Nicole Kidman atau Catherine Zeta Zones, saya akan menjadi manusia yang sombong di muka bumi ini, atau jika saja kekayaan saya seperti Oprah Winfrey atau saya menjadi salah seorang selebriti, pastinya saya tidak menjadi saya seperti sekarang ini.

Saya bersyukur dilahirkan sebagai perempuan seperti sekarang....mempunyai orangtua yang sangat sayang, dan mempunyai saudara-saudara yang sangat perhatian. Saya merasa itu sudah menjadi harta saya yang tidak ternilai.
Jika ada kritikan dari orang lain untuk diri saya, buat saya itu tanda orang tersebut menyayangi saya, karena dia menginginkan saya menjadi lebih baik lagi. Dan jika pun ada pujian, itu menjadikan saya bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan dalam hidup saya.

Sungguh setiap yang Allah berikan untuk hamba-hambanya adalah yang terbaik untuknya. Hanya bagaimana kita menyikapi semua itu, jika hati kita bersih, maka akan melahirkan keikhlasan dengan yang Allah telah berikan selama ini. Itu akan menjadi suatu upaya batin yang hanya dengan keikhlasan hati Allah akan menerima sebuah amalan.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat sombong dan tinggi hati....dan mudah-mudahan kita selalu menjadi pribadi yang bersyukur dengan apa yang ada dalam diri kita.
Amiin ya Robbal ’alamiin..

Tuesday, November 27, 2007

University Of Life


Tak terasa sudah mau masuk bulan terakhir tahun 2007…. usia makin bertambah, dan sebagai manusia yang terus belajar, maka setiap tahun pula ilmu saya harusnya bertambah.

Dua tahun terakhir adalah masa yang sangat berat dalam hidup saya, masa-masa dimana saya harus menjadi pribadi yang sabar dan tegar dengan segala cobaan yang diberikan oleh-Nya, masa-masa dimana selalu ada air mata kesedihan dan hati yang dikecewakan, tapi saya yakin semua itu adalah hadiah dari Allah untuk membuat saya menjadi pribadi yang tegar, kuat, dan sabar menghadapi semuanya.
Bukankah tidak semua hadiah diberikan dalam kondisi yang bagus? Tapi ada juga yang bungkusannya jelek, ruwet, tapi isinya sangat indah. Dan saya yakin Allah sedang menguji saya untuk melalui semuanya tanpa keluhan dan tangisan.

Tentunya sebagai manusia, ada ambang dimana kelemahan atau putus asa tersebut muncul, seperti Iman yang terkadang naik turun...begitu pula dengan semangat yang kadang juga naik turun. Ada kalanya saya merasa bahwa saya saja yang memiliki segudang masalah, padahal masih banyak orang lain yang nasibnya mungkin lebih menderita dibandingkan saya.

Saat putus asa itu muncul..... saat itulah sahabat-sahabat disekeliling saya selalu menemani, seperti malaikat yang Allah turunkan untuk menguatkan diri saya melalui cobaan-Nya, ada satu kalimat sms dari sahabat saya B, isinya : “Laut yang tenang takkan menghasilkan pelaut yang tangguh”, dia kirim sms tersebut tengah malam hanya untuk memberikan saya motivasi....dan ternyata itu kata-kata yang ada dalam pin yang pernah saya berikan ke dia saat dia sedang mengalami kekecewaan juga.
Wow....persahabatan memang tidak bisa dinilai dengan apapun, semua akan menjadi timbal balik yang seimbang pada saatnya.

Saya menjadi sekarang, karena semua orang-orang yang pernah berada didekat saya, terlebih orangtua dan keluarga saya, sahabat-sahabat saya tercinta, serta teman-teman yang selalu mewarnai semua hari-hari saya.
Dalam kesempatan ini saya ingin ucapkan terima kasih semuanya, orangtua saya, keluarga, orang yang pernah dekat dalam hidup saya, AD, ECB, AB, JK, sahabat-sahabat saya, B, YEP, HAS, DHW, M, H, juga untuk mbak yang tinggal dirumah, yang selalu tau semua hari-hari saya .... Terima kasih untuk selalu menemani saya.dalam kesedihan maupun kebahagiaan.

Untuk itulah dinamakan University Of Life....yaitu pengalaman.... tidak diajarkan di bangku sekolah, melainkan didapatkan dari serentetan peristiwa pahit maupun manis yang pernah manusia rasakan selama menjadi hamba Allah di muka bumi ini.
Semoga setiap pengalaman yang kita rasakan, dapat kita ambil menjadi hikmah yang baik untuk bekal di kemudian hari. Amiin....

Monday, November 26, 2007

Tetralogi Laskar Pelangi





Subhanallah….berawal dari rekomendasi seorang sahabat untuk membaca buku Tetralogi Laskar Pelangi, langsung deh saya pesen tuh buku via internet secara nyari-nyari ditoko buku selalu waiting list….
Ketiga buku tersebut langsung habis saya baca hanya dalam waktu 2 hari, benar-benar buku yang mengagumkan setelah semua buku karya Habiburrahman El-Shirazy.
Tetralogi Laskar Pelangi ditulis oleh Andrea Hirata, putra asli Belitong. Membaca ketiga buku tersebut membuka mata saya, ternyata masih banyak masyarakat diluar sana yang harus tertatih-tatih untuk merasakan bangku sekolah…
Tapi yang paling ‘wonderful’ adalah pelajaran-pelajaran hidup yang diajarkan oleh guru-guru dalam tokoh tersebut. Two thumbs up….saya merekomendasikan buku Tetralogi tersebut untuk dibaca oleh semua guru.

Uniknya, saat saya tugas ke Palembang tgl 19 November 2007 lalu, saya bermimpi…dalam mimpi tersebut saya janjian sama Andrea untuk ketemu pada hari Minggu, 25 November 2007.
Sungguh aneh, sampai saat temanku ngajak untuk bertemu hari Minggu tersebut, spontan saya bilang saya sudah ada janji, tapi ama siapa ya? Ternyata setelah saya ingat-ingat, janji tersebut hanya dalam mimpi aja.
But finally, saya buka email hari Kamis, 22 November 2007, entah apa yang menggerakkan hati saya untuk membuka situs Andrea di www.sastrabelitong.multiply.com , ternyata ada acara diskusi buku bareng Andrea dan Wulan Guritno di Gramedia Matraman. Wow....benar kata Arai, ”Bermimpilah, karena Allah akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Akhirnya bertemu juga dengan Andrea, dan Allah memang sangat sayang saya, karena saya duduk tepat didepan dia tanpa penghalang apapun.
Andrea Hirata sungguh sosok yang sangat rendah hati, sabar dan tidak menggurui...persis dengan tulisan-tulisan dalam semua karyanya. Andrea sangat rendah hati dan bersahabat menyapa semua fansnya, sampai wanita disebelah saya berkata, "Andrea dan berumahtangga belum ya? kalau belum saya juga mau tuh". Mmmmhhh....pesona Andrea....memang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Tetralogi Laskar Pelangi, terdiri dari 3 buah buku : Laskar Pelangi (LP), Sang Pemimpi (SP) dan Edensor. Ketiganya menceritakan tentang perjuangan, persahabatan, & kebersamaan dalam menggapai mimpi-mimpi. Sebenarnya banyak yang lebih dari hanya sekedar hal itu, tapi ini sebuah buku motivasi yang renyah kata-katanya, mudah dicerna dan membuat pembacanya terbuai dalam tokoh-tokoh didalamnya.

Yang pasti saya rekomendasikan semua orang untuk membaca buku tersebut, tua maupun muda....siapapun itu.... dan untuk Andrea Hirata, saya tunggu karyamu berikutnya...

Tuesday, August 28, 2007

10 Kualitas Pribadi

1. Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Rendah Hati
Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan.
Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empaty
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Sudahkah kita memenuhi semua syarat untuk memiliki kualitas pribadi yang baik...??:D

Wednesday, August 22, 2007

C i N T a


Cinta adalah satu kata yang takkan habis dibicarakan manusia. Ada banyak definisi tentang cinta, namun bisakah kita sepakat akan satu hal : Cinta sejati adalah ketika kita memberi (berkorban) kepada yang kita cintai bukan dengan meminta atau menuntut sesuatu darinya.
Cinta sejati tak mengharap imbalan atau balasan. Ketika seseorang menuntut balasan maka sesungguhnya ia sedang mencintai keinginannya sendiri. Cinta sejati tidak terkotori oleh ambisi pribadi.

Cinta sejati tidak didasarkan pada sesuatu yang bersifat sementara. Ia abadi tak lekang oleh waktu. Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia tidak didasari oleh wajah yang rupawan, harta yang melimpah atau perilaku yang menawan. Cinta sejati datang dari dalam (subjek) bukan dari luar (objek). Jika cinta datang dari luar, maka ia akan berubah mengikuti perubahan orang yang dicintai tersebut. Jika cinta didasari pada wajah yang rupawan maka ketika wajah berubah cinta pun berubah. Jika cinta didasari pada perilaku yang menawan maka ketika perilaku berubah cintapun akan berubah.

Jika cinta datang dari dalam maka betapapun berubahnya seseorang yang dicintai maka tak akan mengubah cintanya. Betapapun ternyata orang yang dicintainya membencinya sekalipun tak akan mengurangi kadar cintanya. Cacian atau makian tak akan mampu melunturkan cintanya.

Jika cinta datang dari dalam diri maka cinta tak perlu dicari karena ia senantiasa hadir dalam diri. Karena cinta bukan datang dari luar maka ia tak akan kehabisan cinta. Hatinya telah dipenuhi oleh cinta. Ia akan jatuh cinta setiap hari kepada manusia, kepada alam dan makhluk Tuhan lainnya.

Cinta sejati akan membuat orang yang jatuh cinta selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada yang dicintainya bukan dengan menuntut atau meminta. Yang ada dalam pikirkannya bukan lagi dirinya tapi orang lain. Karena cinta adalah pengorbanan maka ia akan mengorbankan apapun demi orang yang ia cintai, termasuk nyawanya sekalipun.

Oh Tuhan, saksikanlah betapa aku mencintai umatmu melebihi kecintaan pada diriku sendiri. Aku rela tersiksa asalkan mereka terbebas dari segala derita. Oh alangkah indahnya jika setiap orang berbagi dalam cinta dan kasih sayang.

Tuesday, August 21, 2007

Segalanya Untukmu

Hari ini angin rindu datang berhembus, menggugurkan daun-daun yang sudah menguning. Titik air di ujung daunnya pun akhirnya terjatuh setelah sekuat tenaga ia bertahan untuk tidak pecah. Tapi ternyata semua ada batasnya. Tak ada yang abadi. Begitu juga dengan rindu ini. Tak akan lama bertahan sembunyi dalam gua hati.

Dunia seperti berputar kembali, menayangkan rekaman saat-saat aku bersamanya. Masa dimana sangat aku rasakan sayang dan perhatiannya, yang terus menerus mengalir seolah tak kenal muara. Pelukannya saat aku butuh kehangatan, suara lembutnya saat hati ini dilanda kegundahan. Dengan sepenuh hati dia merelakan dadanya untuk tempatku bersandar kala sakit menyerang tubuhku, atau saat aku menahan perihnya hati ini saat terluka.

Langit hari ini masih cerah. Tapi siapa sangka kalau hujan akan datang. Meski tidak begitu deras, tapi bisa melepas dahaga sang tanah yang memang haus akan air, cukup untuk membuat suasana terasa lebih segar. Mencerahkan kembali fikiran-fikiran yang kalut terhadap berbagai persoalan dunia. Dan bagiku, membawa kembali pada keindahan dan kehangatan saat-saat bersamanya, hingga rindu yang terbendung pecah seketika.

Teringat pada suatu senja, ketika aku akan memulai hidup tanpa ada seseorang yang dekat di sisiku. Hari itu, adalah hari terakhir aku bersama dengannya sebelum kami berpisah. Pesan dan nasehat pun mengalir dengan suaranya yang tetap lembut. Sampai akhirnya detik itu datang juga, saat ku rengkuh tangan kekarnya, kemudian mengecup tangannya dengan penuh rasa hormat, dia membalasnya dengan kecupan di keningku, tanda bahwa rasa sayangnya melebihi kekhawatirannya meninggalkanku sendiri. Dalam ku rasakan deburan cintanya yang kuat dan tulus. Membuat air mata ini ingin segera menumpahkan segala yang dipunya. Tapi itu tak kulakukan di depannya. Aku harus tunjukkan bahwa aku baik-baik saja tanpa ada dia di sisiku. Cukup pada Allah sajalah dia menitipkan aku. Tak ingin mengganggu konsentrasinya karena aku.

Tuhan, ternyata cinta begitu dekat denganku. Kasih dan pengorbanannya untukku takkan pernah bisa kubalas meski dengan tetesan darah dan airmata. Segala yang aku miliki dalam hidup ini, materi yang aku punya atau kehidupan yang aku miliki, pun tak kan bisa membalas apa yang pernah dia lakukan untukku. Usapan tangannya, pelukan hangatnya, suara lembutnya, sikapnya yang bijak, tak akan pernah tergantikan dengan seluruh yang ada di langit dan bumi ini.

Maka nikmat-Mu yang manakah yang aku dustakan, Ya Rabb?

Karenanya aku ada. Karenanya aku bisa menikmati indah dunia-Mu. Karenanya aku menemukan diriku. Karenanya aku merasa punya arti dalam hidup ini. Karenanya aku mengenal-Mu. Karenanya aku terbiasa membaca surat cinta-Mu. Karenanya pula aku menjadi muslimah.

Saat ini, ku rela bersusah payah mengejar cita-cita yang menjadi impiannya. Tak ingin sedikit pun ku torehkan segurat kecewa di hatinya. Karena yang ku tahu, aku adalah harapannya. Aku ingin dia bangga. Bukan melihat diriku melainkan melihat ikhtiarnya sepanjang hidup yang telah dia jalani sejak aku ada.

”Tuhan tolonglah
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku trus berjanji
Tak kan khianati pintanya”

Aku ingin melengkapi lukisan hidupnya, menjadi lukisan yang sempurna. Meski dengan segala keterbatasan dan kesederhanaan yang dia miliki, aku tetap bangga padamu, Ayahku.

Bila Tiba Hari itu...

Bila tiupan sangkakala yang pertama menggoncangkan alam dan kemudian bumi pun diratakan. Dilemparkan semua isi yang membebaninya. Tiupan keduapun menyusul kemudian, begitu memekakkan telinga, hingga semua manusia pada hari itu menudukkan pandangannya dan teramat sangat ketakutan. Pada hari itu, dimanakah kita berada?

Bila bulan telah hilang cahayanya. Matahari dan bulan pun dikumpulkan. Dengan mata terbelalak penuh ketakutan, manusia bertanya-tanya dan sibuk mencari tempat berlindung. Sungguh, tidak ada tempat berlindung karena hanya kepada Tuhan-lah tempat berlindung. Sungguh, Tuhanpun bersumpah bahwa semua jiwa teramat menyesali dirinya sendiri akan semua perbuatannya. Pada hari itu, apa yang sedang kita perbuat?

Bila langit terbelah dan kemudian dilenyapkan, matahari digulung, bintang-bintang jatuh berserakan, gunung-gunung dihancurkan, lautan pun menjadi meluap. Pada hari itu, manusia-manusia seperti anai-anai yang berterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Bila tiba hari itu, sudah cukupkah segala perbekalan yang kita persiapkan?

Pada hari manusia lari dari saudara-saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya karena setiap manusia mempunyai urusan masing-masing yang menyibukkannya. Kuburan-kuburan pun dibongkar, ruh-ruh kembali dipertemukan dengan tubuhnya, dan bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, atas dosa apa dia dibunuh. Bila tiba hari itu, Seberapa banyak amalan yang akan menjamin keselamatan kita?

Saudaraku, sungguh hari keputusan itu adalah suatu waktu yang ditetapkan. Pada hari itu banyak muka berseri-seri, tertawa dan gembira. Namun banyak pula yang bersedih dan muka mereka pun tertutup debu kemudian ditutup lagi oleh kegelapan. Saat itu, mereka diitimpa kehinaan dan kesusahan. Bagaimana dengan wajah kita pada hari itu?

Saudaraku, bila tiba hari itu, semua manusia merasa seakan-akan tidak tinggal di dunia melainkan sesaat saja seperti diwaktu sore atau pagi hari. Manusia akan merasa bahwa ia hanya singgah sebentar di dunia. Namun tidak sedikit manusia yang bermain-main meski ia tahu waktunya begitu singkat. Kebanyakan manusia tidak mempersiapkan perbekalan secukupnya untuk kehidupan yang lebih lama dan abadi. Sungguh saudaraku, pada hari itu setiap-tiap jiwa akan teringat akan apa yang telah dikerjakannya dan dilalaikannya hingga mereka akan diperlihatkan neraka dengan jelas. Mungkinkah kita menerima catatan amalan dari sebelah kanan? Wallahu a'lam bishshowab (Bayu Gautama).

Friday, March 16, 2007

Filosofi Menanam

Oleh Sus Woyo


Untuk apa kamu setiap hari mengajari baca tulis Al-Qur’an kepada anak-anak orang lain, dengan timbal balik yang tidak seimbang? Lagipula apa sih penghargaan orang tua mereka kepada kamu?

Untuk apa kamu mengkoordinir orang-orang dan menjembatani para pemuda untuk belajar agama, sementara tangapan dan antusiasme mereka biasa-biasa saja dan seolah tak ada gairah untuk mengikutinya?

Untuk apa kamu menulis setiap hari, sementara perbandingannya dengan apa yang kamu korbankan tidak seberapa? Sudah tahu tidak mendapat honor kenapa redaksi surat kabar itu masih juga kau kirimi tulisan? Berapa waktu dan pikiran yang kau buang?
Untuk apa kamu urusi anak orang, sementara kamu sendiri, secara ekonomi bukanlah orang kaya. Untuk apa kau belikan ia susu, kau asuh seperti anakmu sendiri, padahal bapak ibu anak tersebut makan enak dan tidur juga enak di Jakarta?

Kenapa tanah orang tuamu di pinggir hutan itu kau tanami pisang juga, padahal setiap berbuah, dan saat buahnya mulai tua pasti dicuri orang? Tidak tahukah kamu tentang untung dan rugi?

Apa hasilnya kamu bikin taman baca untuk umum, sementara kamu tak pernah sedikitpun memungut bayaran dari para pembaca? Sedangkan jika kamu mau, mereka dengan lapang dada mau menyewa buku-buku itu?

Sering sekali saya mendapat teguran, baik dari teman, tetangga, atau bahkan keluarga saya sendiri. Mereka sering sekali mengkritisi apa yang saya perbuat selama ini. Tentu menurut pandangan mereka. Dan biasanya saya hanya diam jika mereka mengkritik saya. Jawaban panjang lebar seperti apapun, biasanya tidak memuaskan bagi mereka.
Wajar sekali mereka bertanya seperti itu. Memang yang namanya hidup sudah pasti membutuhkan “sesuatu” untuk melangsungkan kehidupan itu sendiri. Dan sesuatu itu adalah imbalan atas apa-apa yang kita perbuat. Pendek kata, setiap tetes keringat yang kami keluarkan, secara akal sehat sudah pasti harus dihargai sesuai dengan apa yang kita perbuat itu.

Untuk menghibur diri, saya sering mengingat seorang laki-laki 80-an tetangga saya, yang tak pernah bosan untuk pergi ke kebunnya setiap hari. Ia selalu menanam apa saja. Kata-katanya yang selalu terngingang di telinga saya adalah, “Saya setiap hari harus menanam. Dan yang saya tanam adalah kebaikan. Orang menanam itu akan panen, berapapun hasil panennya. Dan jika saya tidak sempat memanennya, insya Allah anak cucu saya, atau keturunan saya kelak yang akan menikmati hasil tanaman saya. ”
Kalimat dari seorang kakek itu, sedikit memberi semangat tentang apa yang sedang saya perbuat. Saya memaknai kata “menanam” dengan makna yang maha luas. Tak hanya berkutat sebatas kepada tumbuh-tumbuhan, tapi di segala sektor kehidupan.
Menolong kucing yang masuk got, meminjami payung kepada orang yang sedang kehujanan, menyingkirkan duri yang berserakan di jalan, mengihlaskan hutang kepada para peminjam yang tidak mampu mengembalikan, menjadi donatur tetap kepada TPA/TPQ kampung yang fasilitasnya serba minim, dan segala apa yang saya tuturkan di atas, adalah tak lepas dari filosofi “menanam”.

Logikanya, siapa menabur akan menuai, orang yang menanam, pasti akan memanen. Entah berapa yang akan dipanennya. Dan jika kelak yang menanam saat ini belum bisa memanennya, itu juga bukanlah kesia-siaan. Anak cucu kita bisa menikmati hasil tanaman baik kita. Tak percaya? Tanyakanlah kepada kakek-kakek kita yang menanam pohon kelapa limapuluh tahun yang lalu. Siapa yang menikmati hari ini?
Kalau mengingat perbuatan sang kakek tua itu, saya makin menikmati apa yang saya perbuat selama ini. Walaupun secara finansial saya belum mendapat apa-apa. Toh, ternyata Allah SWT maha segalanya. Dia tidak akan membiarkan hambaNya yang sedang kesulitan dalam hidup, dibiarkan begitu saja tanpa ditolongNya.

Wednesday, March 7, 2007

Buku Taman Baca


Alhamdulillah...

Baru kemarin aku bisa hitung jumlah buku yang ada di TBA Rabani, subhanallah ternyata banyak juga yak...padahal selalu ngerasa kuraaannggg aja..
Wah, banyak yang menyumbang...ada kiriman dari Komunitas 1001Buku, dari Mandanya Lovhana, dari Om-ku, dan banyak lainnya... Seneeengg deh 
Setelah dihitung-hitung dibantu dengan pengurus TBA lainnya, jumlahnya ada 677 buah, dengan perincian sbb :

Majalah Anak 153 buah
Buku Cerita Anak 146 buah
Majalah Intisari 57 buah
Majalah Hikayah 26 buah
Novel 35 buah
Buku Pelajaran 1 SD – 3 SMP 211 buah
Majalah Remaja 34 buah
Buku Tulis 15 buah

Alhamdulillah.. terima kasih semua ya, Insya Allah berguna (pasti sangat berguna) dan mudah-mudahan tidak bosan untuk terus memberikan buku-buku yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Cerita Minggu...


Alhamdulillah…

Minggu kemarin anak-anak Taman Baca lari pagi di Senayan dilanjutkan berenang di kolam renang Tirta…...... (lupa deh nama lengkapnya) kompleks AUP Pasar Minggu.
Jam 5.30 dah ngumpul, naik mobil kijang diisi 15 orang termasuk supir, bayangkan...?? ditumpuk2 gitu... smp di Senayan pk.6.oo lari-lari kecil 3 putaran...kebanyakan jajannya..terus dilanjut berenang.
Wuih...seneng banget deh walaupun aku sendiri ga ikutan nyebur, Cuma nunggu dipinggir kolam ajah...
Ada yang takut ama air...ada yang berani banget... secara rumah kita semua dekat ama kali Ciliwung, so...udah biasa berenang dikali yak...!!! He..he..he..


Berlagak jadi model dengan bergaya dikolam renang...


Ini anak takut banget untuk terjun ke air...beraninya hanya dipinggir kolam sambil pegangan ama tangga...


Becandaaaa terus...abis lari pagi terus makan tempe mendoan. Mmmmm...yummy deh pake cabe rawit, terus ama bubur ayam senayan

Wednesday, February 28, 2007


BDB -> Book Drop Box...istilah keren untuk menampung buku-buku yang dapat disumbangkan untuk 1001buku, Box-box tersebut dapat ditaruh ditempat-tempat yang potensial agar orang lain bisa tergerak hatinya untuk menyumbangkan buku-bukunya


SPD -> Sortir, Packing, Distribution....Inilah yang sedang dilakukan oleh anak-anak relawan, yang biasanya banci foto sampe ga 'ngeh kalo ada yang membidik, teuteup asyik SPD teruuussss....

Monday, February 26, 2007

Thanks To 1001Buku Workshop


Seru Abisss……

Minggu, 25 Februari 2007 kemarin aku ikutan Workshop 1001buku di Gedung Pusat Pertamina fullday…acaranya seru & ceria… sampai bikin teater dadakan pula, ga ada konsep dan skrip ceritanya, tp tetep PD saat harus mempresentasikannya. Ide gila pesertanya keluar semua, mau tua atau muda tetep kompak memerankan perannya masing2.
Aku “ngiler” deh ngeliat mading-mading Taman Baca lainnya, bener-bener bagus & kreatif banget…kacian banget ya TBA Rabani ga punya mading, malam minggu di sms M’Santi yg nanyain madingnya, sayang banget aku ga punya, komputer dirumah jg mati, jd ga bisa deh bikin mading dadakan, tp surprise euy…besoknya diPertamina ternyata ada mading TBA Rabani yg diprint dr blog aku by M’Santi, salut deh ama semangat relawan anak2 1001buku yg punya segudang ide dan kreativitas u/memacu anak2 lainnya berkarya juga…
Pulangnya…dapat buku buanyak deh, dapat ilmu, dapat kenalan baru, dapat forum baru, dan dapat segudang ide u/dijalankan di Taman Baca. Thanks a lot ya…nyesel deh aku ga datang di sesi pertama, tp Alhamdulillah sesi kedua bisa…mudah-mudahan sesi berikutnya jg bisa ikutan kembali coz di weekend suka ada parttime job yang harus diselesaikan.
Pastinya, thanks to anak-anak relawan 1001buku, Forum Taman Baca Jakarta Selatan, ketuanya Mas Raden kalu ga salah…ternyata ini orang dah pernah masuk di Trans TV krn gerobak bukunya itu, salut ya pak….jangan bosan…..

See u all on the next even…..


ini nih anak-anak 1001buku yang memang selalu "banci foto" kalo ada yang megang kamera... He..he..he.. (jangan marah ya Obby...)


Gina, Nisa, Tika...adalah pengurus TBA Rabani pada saat Aku absen datang, biar masih muda, tp kompak dunk...